After 3 months

It seems to me that as i grow older, time flies by faster. When i was still at school, two weeks holiday felt like forever and boring. Now, no amount of holiday will ever be enough.

It seems like yesterday when i was hesitant about leaving Jakarta for my new job, and now here i am, on my third month in the new job. 

It`s becoming tougher for me recently. My office hours start at 7.45. And since i live quite far away from office, I have to get up at 5, shower etc, and leave at 6. Office ends at 5, then i take train to gym, then dinner, and i get home at 9. Only an hour to do whatever else i wanna get done before i must go to bed at 10.

This is actually good for me. This demands discipline. My job so far has been pretty laxed in terms of work hours, as long as i get the work done, then i can work any time i want. 
This was supposed to be great, but only if i had been a good time manager, which i was not.

So now that i`m forced to sleep at 10 and wake up at 5, and spend time in the office and at the gym in between, i realise that i don`t have that much time left to pursue my numerous other interests. I start to understand it when people say they don`t have time. I don`t have time myself.

I want to learn more about Objective C, about Android, wanna cycle around this new city where i live in now, wanna read books i bought, wanna... do much more other things but i don`t have time. I only have one or two hours per day, except during weekends of course, to pursue my interests other than gym.

This forces me to be selective about what i do and with whom i spend my time with. I wanna spend it doing things that matter, with people that matter.

Hidup

Pagi ini, waktu sarapan di warung padang langganan, mendadak lampu mati.

Saya: „Sering mati lampu ya bu?“
Ibu padang: „Oh ga, ini karena warteg sebelah lagi marahan, jadi kabel listrik yang kesini diputus sama lakinya.“
Saya: „Marahan gimana bu?‘
Ibu padang: „Iya itu cemburu-cemburuan. Padahal umurnya udah 50 lebih tapi masih kyk ABG. Yang istri selingkuh sama mandor bangunan, trus lakinya marah. Kalo marah dia suka gitu, matiin air, gunting kabel, jadi warung-warung yang lain ikut kena“

Terus ibu wartegnya berubah jadi filsuf.

„Yang perempuan emang genit. Padahal apa sih yang dicari dalam hidup. Kan ketenangan. Padahal cucunya udah dua. Mana bisa hidup tenang, hati tentram kl gitu“

Ngomong-ngomong, kata filsuf ini kl dalam bahasa Jerman bunyinya sama dengan banyak minum/mabok (viel sauf).

Saya ga bilang ibunya lagi mabok sih, walaopun emang orang jadi jujur waktu mabok. Saya setuju sama yg dibilang si ibu sih. Yang lantas bikin saya merenung tentang karir dan kehidupan pribadi saya.

Beberapa waktu lalu saya dapat tawaran untuk bekerja di tempat yang baru. Secara gaji sih tidak signifikan naiknya, kurang dari 50%. Tapi mereka sediakan saya apartment dan transport, jadi total saya bisa nabung lebih banyak. Sebenarnya yang membuat saya memutuskan untuk pindah adalah karena project-project yang akan saya kerjakan dengan mereka memberikan saya kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang aplikasi Java di kasus-kasus yang tidak bisa saya dapatkan di perusahaan sekarang. Saya akan ketemu banyak orang baru, banyak hal menarik.

Tentu kesempatan untuk belajar hal baru artinya akan banyak stress baru. Saya akan mulai lagi siklus yang sama seperti yang dulu saya telah lewati waktu pertama kali masuk ke perusahaan yang sekarang. Dimana saya akan ketemu banyak hal baru yang menggairahkan, tapi stressnya jauh lebih banyak.

Saya tak yakin dengan hal itu.

Sekarang saya sudah sangat nyaman, saya sangat menguasai pekerjaan saya yang sekarang, hampir tak ada stress, dan tim saya sudah jadi seperti keluarga bagi saya. Hari-hari bahagia yang penuh ketawa.

Apakah saya ingin menukarnya dengan hari-hari baru penuh dengan orang asing dan hal baru yang membuat stress?

Mungkin ini yang orang sebut zona nyaman.

Semakin tua memang orang semakin cenderung untuk menetap. Menetap dengan satu pasangan, di satu pekerjaan dan menjalani sisa umur dengan hari-hari penuh tawa. Mungkin masa itu sudah tiba bagi saya.

Atau mungkin saya ditakdirkan untuk menjadi musafir sepanjang hayat. Saya tak tahu. Saya tak yakin.

Saya tahu persis bahwa saya lebih nyaman tetap di perusahaan sekarang, tapi saya tak yakin ini yang terbaik bagi saya. Walaupun saya tak paham juga apa ukuran yang bisa dipakai untuk menentukan apakah yang akan saya masuki lebih baik dari yang akan saya tinggalkan.

Tapi hati kecil berkata saya ingin menetap. Denganmu yang kini menjauh dariku. Dengan kalian, keluargaku di kantor. Dengan Jakarta, rumahku.

Kerja serampangan...

Tonight as i was riding my bike home from the pool, i was shaken by a cavity on the road. Not that kind of pothole which results when rain erodes asphalt, but this one was a rather deep cavity caused by improperly built manhole lid.

It was quite a violent bump.

I was angry. The workers could have done a better job at building the manhole so the cover is level to the ground. The supervisor must have known it and s/he could have told the workers to fix it. The government supervisor must have known it too, since this is public road.

But they all just did not give a damn.

They did not care if people passing by suffer. They knew they would never be held accountable for it anyway. Or perhaps they never thought that far. They never thought it would cause people trouble.

This attitude is so common. People don`t care if others suffer. They are insulated from feeling or seeing the suffering of others which results from their shoddy or corrupt work because such a suffering happens much later, or in other places.

This thought made me mad. But it also made me reflect too. Have i done my best to ensure that people who are in any way affected by my work not have hard time because of my work?

One of those people could be a bank teller in some far away, remote town using the app that i built. Have i thought about their internet connection that might be unreliable, which results in slow database access, which means that i need to optimize the use of caches?

Or they could be a programmer who will have to maintain my code. Have i written my code in a clear, easy to understand manner? Have i fully documented my code?

I may not be able to ensure that every one has no trouble, but that is no excuse for slacking. Striving for excellence, every minute of the day! Because i know how it feels to be on the receiving end of a shoddy job.

Log renang XXII/IX/MMXIII

Tadi renang lagiiiii! And i made a major leap forward. Not a step forward, but a leap forward!

Jadi ceritanya, aku sudah tau rahasianya gimana kepala otomatis terangkat keatas saat front crawl, tanpa perlu kita payah-payah mendongakkan kepala.

Saat tangan kanan masuk air, lengan harus dijulurkan maksimal ke depan sampai kita ngerasa bahu kita tertarik ke depan dan tubuh berotasi ke samping kiri (tubuh menghadap kiri). Lalu lengan mengayuh kebelakang. Bayangkan sedang narik tali. Saat lengan atas akan keluar air, siku ditekuk, lengan ditarik kuat keatas, otomatis badan akan berotasi, menghadap ke arah kanan. Daaann.... kepala otomatis ketarik keatas air! Yay!!! Nafas!

This is the holy grail of the front crawl, I guess.

Jadi badan rotasi ke kiri dan kanan itu bukan sengaja dirotasikan, tapi akibat dari lengan menjulur jauh ke depan dan lengan ditarik ke belakang-samping-atas (bingung jelasinnya). Dan kepala keluar dari air buat nafas itu juga bukan karena sengaja kita muter badan biar kepala ke permukaan air, apalagi sengaja mendongakkan kepala keluar air, tapi karena efek dari tangan ditarik kuat ke belakang.

Skrg renang nya udah mulai bisa santai....

Dan aku tadi bisa konsen ke gerakan tangan dan kepala karena aku ga terlalu mikir gerakan kaki. Kaki otomatis ngapung karena pelampung kaki yang aku beli kemarin. Selain itu, pelampung kaki juga berguna supaya kaki ga ditekuk di lutut, tapi ngayuh dari pangkal paha, dan lutut lurus. Yang ditekuk dan gerak melambai hanya bagian telapak kaki.

Tadi agak lelah sih. Udah nemu teknik yang benernya, tapi ritmenya belum bener-bener apal. Harus sering-sering latihan.

Yang aku omongin diatas itu sudah sering aku tonton di youtube, tapi baru skrg aku bisa lakukan. Selama ini coba lakukan tapi gagal terus. Terlalu banyak detail kecil yang harus dilakukan dengan konsentrasi secara bersamaan, jadinya buyar semua. Tapi dengan pelampung kaki tadi, jadi sangat tertolong untuk konsen ke gerakan tangan dan kepala saja.

Next aku mau beli apa tuh namanya, alat semacam buat nambah daya kayuh tangan gitu...

Log renang XXI/IX/MMXIII

Hari ini ga renang!

Hmpppfff..... aku benci diriku kl ga disiplin gini. Tapi.... tadi bangun pagi emang tenggorokan sakit banget. Kemarin sibuk banget di kantor, pulang jam setengah 2 pagi.

Jadi aku akan memaafkan diriku kali ini.

Besok aja latihan renangnya lagi.

Tapi tadi udah sempet mampir sport station buat beli pelampung kaki. Dan karena kl beli 2 item apa saja, dapat diskon 20%, akhirnya aku beli juga..... NOSE CLIP! Iya, tadi di Sports Station baru liat barang kecil ini. Fungsinya adalah untuk memencet hidung agar air tidak masuk saat berenang. Ini fotonya:


Cara pakenya gini nih:

Yes, that`s me! Hihihi.
Aku coba pake penjepit hidung itu dan nafas lewat mulut. Hasilnya? Setelah beberapa menit kepalaku pusing sekali. Sakit. Ini nose clip bikin tekanan darah naik mendadak kayaknya. Rugi banget beli ini tadi....
Trus ini foto pelampung kakinya:
Hihihi lucu ya?
Cara pakenya adalah dijepit diantara paha. Jadi kaki ga gerak dan otomatis ngapung. Ini fungsinya untuk mengisolasi gerakan ke bagian atas tubuh. Otot yang kerja keras jadi lengan dan lats (otot punggung). 
Besok aku mau coba renang front crawl pake itu. Sekarang belajar dulu di youtube cara yang bener buat gerakan tangan dan napasnya.


Log renang XV/IX/MMXIII-II

Barusan nemu video lagi di youtube tentang kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat renang gaya front crawl:


Coba kuevaluasi diriku berdasarkan video diatas.

Kepala nengok kebawah supaya panggul terangkat: sudah benar.

Badan rotasi ke kiri kanan ngikutin tangan: sudah benar.

Lutut bengkok saat menendang: salah! Aku masih suka bengkokkan kaki. Mungkin video sebelumnya yang bilang bahwa tendangan berasal dari pangkal paha, ini maksudnya. Jadi kaki harus ikutin gerakan pangkal paha, tapi jangan bengkok di bagian lutut. Hmmm.... aku harus koreksi ini.

Gerakan tangan: nah ini yang sebenarnya aku belum paham benar gimana cara yang benar. Disini dijelaskan bahwa harusnya tangan seolah-olah seperti menarik tali ketika didalam air. Aku harus ingat-ingat ini dan coba saat renang berikutnya.

Masalah breathe early itu juga aku ndak begitu paham sih. Aku emang sering nelan air, atau air masuk lewat hidung, tapi aku ndak ngerti gimana betulinnya. Aku ndak ngerti apa yang dia maksud breathe early. Yaudah, yang dua diatas itu aja dulu deh yang aku coba pas latihan berikutnya.

Log renang XV/IX/MMXIII

Mulai nih log nya hihihi.

Semoga bisa konsisten nulis log ini.

Jadi tadi, aku latihan sejam. Coba saran dari youtube, yang gerakkan kaki dari pangkal paha trus bagian lain kaki ngikutin... ternyata sangat bikin kaki pegeeeeellll.. Pangkal pahaku rasanya mau copot.

Trus kl pangkal paha yang digerakkin, aku ada kecenderungan makin tenggelem trus badanku jadi wobble hobble goyang kiri kanan ga karuan. Kenapa ya?

Tapi di akhir-akhir aku udah lumayan mulai bisa sih. Bisa ngapung maksudnya, dengan kaki digerakin dari pangkal paha. Tapi ini harus terus menerus diinget, aku konsen gerakin kaki, jadi kayaknya tadi lupa gerakan tangan yang bener. Jadinya bagian tangan amburadul. Tapi kl aku konsen gerakin tangan, kakinya jadi kacau, yg digerakin bagian telapak kaki, nendang-nendang gitu.

Mungkin aku harus beli pelampung buat kaki. Tidak, tidak „mungkin“, tapi aku harus! Besok aku akan beli.

Aku belum bisa otomatis gerakin kaki dari pangkal paha. Mungkin setelah beberapa puluh jam latihan lagi aku akan bisa.

Ini kayak belajar naik sepeda dulu. Ada banyak hal yg perlu diperhatikan dan semuanya kudu koordinasi. Kaki harus ngayuh, tubuh harus nengah, tangan nengah.... awal belajar sepedaan konsen satu-satu, tp kl udah bisa ya otomatis gitu, kyk jadi biasa.

Aku masih inget gimana dulu aku excitednya bisa naik sepeda dengan bener pertama kalinya. Rasanya ajaib!

Bohong ding, sebenarnya aku ga inget, cuma aku pengin nyemangatin diri sendiri aja. Tar pertama kali aku bisa renang front crawl dengan bener pasti rasanya ajaib, kyk pertama kali aku bisa renang gaya dada dengan bener. Kl yang terakhir itu aku beneran inget!

Can`t wait to be able to traverse the pool anggunly dengan gaya bebas!

Halloooooo again

Udah lama ga nulis dan jadi bingung mau nulis apa.... jadi mau bikin semacam log renang aja deh.

Udah dua minggu ini aku belajar renang, free style/front crawl. Sebenarnya kl asal maju dan ngambang sih aku bisa, dan semua orang pasti bisa. Tapi aku mau belajar yang bener.

Yang bener tuh yang nyantai jadi bisa renang jauh tanpa merasa terlalu lelah.

Aku sudah tau rahasianya renang nyantai ini pake gaya dada, jadi kl aku renang ratusan meter sampe itungan kilometer dengan gaya dada, aku sanggup. Ada banyak sekali detail kecil yang perlu dilakukan dengan bener. Semua detail itu dikoordinasikan jadi satu kesatuan yang bikin renangnya sukses.

Kl gaya dada contohnya, bukaan tangan ga boleh terlalu lebar, tapi kudu masuk ke air, semacam nekan air dan efeknya nanti dada kita akan terangkat jadi kita bisa nafas. Kurasa itu rahasia kunci gaya dada. Dulu aku renangnya buka tangan kesamping lebar-lebar dan untuk nafas harus mendongakkan kepala ke atas air. Ini bikin renang jadi melelahkan sekali dan rentan tenggelam. Sebenarnya, sudah ada temanku dulu yang bilang bahwa kl gaya dada, lengan jangan buka terlalu lebar tapi harus nekan kebawah. Aku berusaha coba nasihat dia, tapi tak berhasil-berhasil. Baru setelah kucoba ratusan kali dan berminggu-minggu setelahnya aku berhasil lakukan apa yang dia bilang. Jadi aku anggap air itu semacam meja, dan kutekan dengan lenganku, dan otomatis dadaku terangkat ke atas air.

Pertama kali aku alami hal itu, terasa ajaib sekali! .-))

Ternyata gerakan tangan itu hanya sebagian saja. Gerakan nekan air itu kudu dilakukan setelah kaki mendorong dan ketika badan meluncur di air. Itu rahasia kedua. Dan dua gerakan itu kudu dikoordinasikan secara berirama.

Sekarang aku sedang mencoba yang gaya bebas/front crawl. Dari nasihat banyak teman yg udah hebat dan dari video youtube, kusimpulkan ada banyak sekali detailnya yang harus dilakukan dengan sukses. Jauh lebih banyak daripada gaya dada. Kaki harus digerakkan dari pangkal paha, trus satu tangan harus selalu di posisi terentang kedepan sementara satu lainnya mengayuh dalem air, badan harus diputer ke atas saat nafas....

Banyak sekali dan kudu dikoordinasikan semua. Aku masih bingung gimana urutannya yang bener. Kadang aku lakukan 1 hal bener, tp yang lain salah, dan aku tenggelam. Aku yakin aku pasti bisa, tapi entah kapan. .-))

Yang penting ga nyerah dan terus latihan, pasti tar juga dapet ritme yang bener! I will write again after swimming, today at 5 pm.

10 Tahun Lagi Kamu Akan Jadi Apa?

2 hari yang lalu. Beberapa menit menjelang tengah malam. Saya tidak bisa tidur dan saya ada bonus 100 sms. Saya memutuskan untuk mengganggu teman-teman saya dengan menanyakan pertanyaan berikut ini melalui sms:

"10 tahun lagi kamu akan jadi apa?"

Ada yang menjawab dengan becanda. Ada yang marah karena saya isengin tengah malam. Ada yang antusias dan menjawab dengan penuh detail. Banyak juga yang tidak menjawab. Berikut ini adalah jawaban dari mereka yang menjawab. Saya salin verbatim, tanpa suntingan.

Asep, pelajar, Bandung
Manajer Hotel # Amin

Adhika, mahasiswa Unisba, Bandung
Pr ternama d asia tenggara :D

Ardy Wu, manager restoran keluarga, Surabaya
Menjadi pribadi yg lbh berbahagia (according to my criteria)

Mike, pelajar LSPR, Jakarta
Knapa emangnyaa? :p 10 years from now I'll be a success man in career, love, and so on.. I'll be head of PR in a big company and live w/ my bf (hopefully) LOL

Odie, seorang kawan, Jakarta
A parent.. with a lovely house n a husband who loves dearly..a great sec. manager..a wonderful friend n dear best friends n besties..how bout u?

Antoni, Customer Service perusahaan telekomunikasi besar, Jakarta
Yg jelas jd+lbh tua

Ryo, mahasiswa ITB, Bandung
Jadi tua.

Ficka, kawan yang setiap pagi keramas dan ngeblow rambut demi cowo idamannya, Jakarta
Aku pengen punya clothing line sendiri, aku sudah menjadi istri dan mungkin punya 2 org anak. Oh yah, aku pengen punya buku sendiri. Pengen menulis sampe kelar dan dibukukan. Sebenarnya aku pengen jadi editor in chief gitu. Mudah2an lah.

Rudolf, fotografer, Jakarta
Punya beberapa toko kecil yg ngebantu UKM dan org2 yg perlu dibina, sibuk travelling dan jadi filantropis. :-) kalo masih hidup.

Rizki, PNS, Jakarta
Istri kamu..... :*

Anne, mahasiswi S2 Psikologi, Bandung
Firman! Miss u dear! Aq mjd psikolog ahli d bid khusus dan ibu dr anak kembar, beda jenis kelamin hahaha. Amin! Td pg keinget firman yg sk sms mlm2, ternyata dtg jg smsnya ^^.

Riko, Jakarta
Kalo masih hidup aku pengen jd CEO yg kaya dan baik hati

Dison, kawan blogger, Jakarta
Hue? Pertanyaan apa ini mlm2 gini? Ada apa ada apa emgnya?

Nina, staf logistik Nokia Siemens Network, Jakarta
Kenapa tanya? Aku pengen u masuk islam :-)

Panca, PNS Depkeu, Jambi
10 th lg, aq akan keluar dari PNS & moga bisa apply di Bank Dunia... Ishh Amiiiiiinn..

Ronald, finalis Indonesian Idol entah tahun berapa, Bandung
MIlikmu... #eaaa

Enal, mahasiswa jurusan arsitektur, Jakarta
Designer or architect.. KNapa bang??

Ria, alumnus UGM jurusan Filsafat, Karawang
Jadi istri kamu, cinta... (kecup kecup)

Niko, PNS Depkeu, Kuningan
10 thn yg akan dtg aku udah selesai master di negeri dgn 4 musim. Aku sedang/akan melanjutkan program doktoralku. Posisiku kalau aku tetap di DJP, minimal eselon 4. Kurang dari itu, aku cabut dr PNS. Bila ada tawaran di Bank Indonesia, aku apply posisi junior manajer (atau setara dgn itu) atau tenaga ahli disana. Cita2ku untuk dpt bekerja di BI. Atau aku pindah ke swasta dgn posisi di junior manager jg. Pokoknya 10 thn dr skr aku udah di posisi manajerial, entah itu aku ttp jd PNS, pindah ke BI atau nyebrang ke swasta.
*aku ngantuk, tp klo ngomongin masa depan jd semangat*

Yudha, banker, Jakarta
Direktur hehehe... eh bukan hanya direktur tapi juga philantropist. Pemilik sekolah akademi u/ yg ksulitan sekolah :D

Yusuf, mekanik Garuda Indonesia, Tangerang
10 th dr skrg berarti ade akan berumur 31th dan di saat itu pula ade akan menjadi orang yg mapan akan pekerjaannya hrus bisa menjadi ayah yg baik menjadi kepala keluarga yg bermanfaat tuk keluarganya... yg pasti harus lebih sukses dr skrg :)

Nora, programmer yang banting setir jadi fotografer, Malang
Masya Allah, mas.. :-) jadi tua dong.

Setyarini alias Unil, kepala sekolah SMP swasta, Malang
Akan tetap jadi Unil lah ga mau berubah jadi lady gaga.. km kok ga mudik hun? Tar lebaran ya?

Jo, karyawan toko bahan bangunan, Surabaya
Mmh... tengah mlm ksh pertanyaan yg mikir bgt, lg gundah bro? 10 thn lg dlm pekerjaan spertinya akan wiraswasta... atau kl msh bkerja di perusahaan udah jadi top management..pny psangan yg baik, bahagiakan keluarga terutama ortu, punya hidup lebih sehat... amin.  kl km?

Galih, sekretaris, Jakarta
Karena skrg masih calon mega bintang, sepuluh tahun yg akan datang ya jadi mega bintang dong ayh

Nina, staff risk management Bank of Tokyo Mistsubishi
Pengen jadi instruktur yoga dan punya studio yoga sendiri.

Septian Andre, mahasiswa, Jakarta
Mudah2an sdh mnjd org yg sukses, msh sehat dan bs membantu org lain :)

Elwan, karyawan ERHA dan penggemar olahraga body building, Jakarta
Udah merit, punya anak, mapan materi dan spiritual, muscle sehat Amin! Kalo kamu?

Ponakan, mahasiswa IT, Padang
Sesuai dgn pertanyaan om di sms, dan kebetulan masa aktif abis, jd cuma bs email-emailan saja yuk. Hahaha.
10 tahun lagi aku akan jadi seorang pegawai kantoran / seorang dosen. Mudah-mudahan.
Kalau om? Akan jadi apa? Tetap jadi manusia donk...? :D
#ferdifauzan™

Adrian, mahasiswa MM ITB, Bandung
jadi seseorang yang jauh lebih baik dr skrg, a successfull businessman n financial planner, also an inspiring person. hehehe...

Menarik dan menghibur juga membaca jawaban mereka. Saya jadi malah makin tidak ngantuk :D

Ada yang membayangkan dengan detail 10 tahun lagi akan menjadi apa. Ada yang hanya memberikan garis besarnya saja. Ada yang hanya ikut arah saja. Tapi diantara semua jawaban itu, jawaban dari Ardy Wu yang paling menarik perhatian saya.

"Menjadi pribadi yang lebih berbahagia"

Menurut saya, itu adalah inti dari semua jawaban yang lain. Apa tujuannya mencapai puncak karir, kesejahteraan, dan membangun keluarga bila tidak dalam rangka meraih kebahagiaan? Saya rasa Ardy langsung melihat motivasi dasar dari semua pencapaian itu dan menyimpulkannya dengan sederhana.

Tapi tidak salah juga mendetailkan pencapaian di masa depan. Detail membantu eksekusi di lapangan.

Omong-omong, kembali ke jawaban-jawaban diatas... dulu, tepatnya saat malam tahun baru 2009, saya juga pernah melakukan hal yang serupa. Bedanya, saya menanyakan pertanyaan: "Kenapa kamu hidup?" Ini adalah artikel blog saya waktu itu: http://node-b.blogspot.com/2009/12/kenapa-kamu-hidup.html

Ada satu orang yang jawabannya untuk pertanyaan: "Kenapa kamu hidup?" dan "10 tahun lagi kamu mau jadi apa?" adalah: "Aku pengin kamu masuk Islam".... Dia adalah kawan lama saya. Kami sama-sama berasal dari Malang, dan sama-sama merantau di Jakarta.